Korut Mau, PSSI Belum Beri Lampu Hijau
Jumat, 22 Oktober 2010 | 21:18 WIB

AP PHOTO/ARMANDO FRANCA
Pemain Korea Utara, Jong Tae Se (tengah), tertunduk lesu setelah pemain Portugal, Tiago, mencetak gol ketujuh ke gawang timnya dalam pertandingan di Cape Town, Afrika Selatan, Senin (21/6/10). Portugal menggasak Korut, 7-0.
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Iman Arif, mengungkapkan, Korea Utara (Korut) sudah memberi kepastian akan membawa tim intinya saat beruji coba melawan timnas Indonesia pada 10 November nanti. Namun, Iman menyatakan, laga uji coba itu akan terlaksana bila PSSI memberikan lampu hijau untuk memajukan pelaksanaan pelatnas tahap ketiga sebelum 8 November.
Sebelumnya, PSSI menentang beruji coba melawan "Cholima" karena mereka berencana mendatangkan U-23. "Mereka bakal menurunkan timnas U-23. Jelas ini merugikan karena laga ini merupakan matchday FIFA sehingga kita bisa kehilangan poin," jelas Sekjen PSSI, Nugraha Besoes kemarin.
Iman memastikan, Korut akan menurunkan tim intinya pada laga nanti. "Saya sudah menerima surat resmi dari Korut dan mereka memastikan akan menurunkan tim intinya," jelas Iman.
Namun, persoalan melawan Korut ternyata masih bergulir. Pasalnya, BTN menginginkan pelatnas dimajukan dari jadwal sebelumnya yakni 8 November. Keinginan BTN ini sedikit sulit terealisasi karena jeda kompetisi Indonesia Super League (ISL) berlangsung tanggal 5 November.
"Riskan kita menggelar TC tanggal 8. Persiapannya sangat mepet. Saya sudah berbicara dengan Sekjen PSSI dan Senin besok baru bisa diputuskan apakah bisa memajukan jadwal TC. Saya inginnya TC mulai bergulir tangggal 4 November," tukas Iman.
Lebih lanjut, Iman menerangkan, pihaknya sudah memiliki tim alternatif seandainya pelatnas tetap digelar pada 8 November. "Kalau pelatnas tetap digelar tanggal 8 maka kita pasti batal lawan Korut. Mungkin timnas akan melawan Ghana pada tanggal 17," papar Iman.
"Namun, apakah PSSI mau timnas lawan Ghana? Mereka tim yang kuat. Jadi semua tergantung PSSI," lanjut Iman.
Selain Korut, timnas akan beruji coba dengan Hongkong (21 November), China Taipe (24 November), Bolivia atau Ghana (17 November). Terkait dana, Iman menuturkan, untuk mendatangkan Korut, Hongkong, dan China Taipe bebas match fee.
"Kita hanya menyiapkan akomodasi dan transportasi. Terkecuali, Bolivia dan Ghana," pungkas Iman.
Sebelumnya, PSSI menentang beruji coba melawan "Cholima" karena mereka berencana mendatangkan U-23. "Mereka bakal menurunkan timnas U-23. Jelas ini merugikan karena laga ini merupakan matchday FIFA sehingga kita bisa kehilangan poin," jelas Sekjen PSSI, Nugraha Besoes kemarin.
Iman memastikan, Korut akan menurunkan tim intinya pada laga nanti. "Saya sudah menerima surat resmi dari Korut dan mereka memastikan akan menurunkan tim intinya," jelas Iman.
Namun, persoalan melawan Korut ternyata masih bergulir. Pasalnya, BTN menginginkan pelatnas dimajukan dari jadwal sebelumnya yakni 8 November. Keinginan BTN ini sedikit sulit terealisasi karena jeda kompetisi Indonesia Super League (ISL) berlangsung tanggal 5 November.
"Riskan kita menggelar TC tanggal 8. Persiapannya sangat mepet. Saya sudah berbicara dengan Sekjen PSSI dan Senin besok baru bisa diputuskan apakah bisa memajukan jadwal TC. Saya inginnya TC mulai bergulir tangggal 4 November," tukas Iman.
Lebih lanjut, Iman menerangkan, pihaknya sudah memiliki tim alternatif seandainya pelatnas tetap digelar pada 8 November. "Kalau pelatnas tetap digelar tanggal 8 maka kita pasti batal lawan Korut. Mungkin timnas akan melawan Ghana pada tanggal 17," papar Iman.
"Namun, apakah PSSI mau timnas lawan Ghana? Mereka tim yang kuat. Jadi semua tergantung PSSI," lanjut Iman.
Selain Korut, timnas akan beruji coba dengan Hongkong (21 November), China Taipe (24 November), Bolivia atau Ghana (17 November). Terkait dana, Iman menuturkan, untuk mendatangkan Korut, Hongkong, dan China Taipe bebas match fee.
"Kita hanya menyiapkan akomodasi dan transportasi. Terkecuali, Bolivia dan Ghana," pungkas Iman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar